KAFILAH KELURAHAN PEKAUMAN "MENDOMINASI" GREBEG GUNUNGAN MASJID AGUNG KENDAL 1447 H.
PEKAUMAN. Selasa, 17 Februari 2026.
Halaman Kelurahan Pekauman, Selasa (17/2), siang itu berubah riuh. Puluhan warga memadati halaman, menanti detik-detik yang paling dinanti, yakni mengarak kafilah gunungan LEPET DAN ANEKA SAYURAN menuju Masjid Agung Kendal.
Sebelumnya, arak-arakan Gunungan diberangkatkan dari RT,01 RW.02 menuju halaman Kelurahan Pekauman.
Barisan kirab semakin semarak dengan adanya replika ONTA lengkap dengan penunggangnya yang mengenakan balutan busana kain putih ala timur tengah, iringan drum black Romboca dan perform model cilik yang diperankan ananda Nabila Azzahra Darmawan, menambah suasana suka cita, dan tawa menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.
Peserta kirab didominasi remaja dan ibu- ibu dari berbagai lembaga maupun ormas se Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal.
Mereka berjalan beriringan, mengawal gunungan dan tumpukan LEPET DAN ANEKA SAYURAN warna-warni—simbol utama dalam tradisi megengan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Setibanya di halaman Masjid Agung Kendal, sebanyak 4 Gunungan (2 Pekauman, 1 Patukangan dan 1 Ngilir) yang disusun berjajar di tengah halaman, untuk kemudian akan di arak beserta kafilah dari 3 Kelurahan (Pekauman, Patukangan, Ngilir) dan unsur masyarakat.
Lurah Pekauman ibu Titit Indriyani, S.IP. menyebut Grebeg LEPET DAN ANEKA SAYURAN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi saling memaafkan menjelang bulan suci Ramadhan. "Tradisi ini menjadi wujud kebahagiaan bersama sekaligus momentum mempererat silaturahmi masyarakat Pekauman khususnya dan warga Kendal pada umumnya. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini," ucap bunda Titit Indriyani usai kegiatan seremonial berakhir.
